selamat datang

selamat datang di Laksana's Blog of Nursing..
maaf masih jauh dari sempurna,,

Rabu, 30 April 2014

Mengatasi anyang-anyangan dengan cara tradisional



Mengatasi anyang-anyangan dengan cara tradisional tanpa OBAT kimia

Rasanya telinga kita sangat akrab dengan penyakit yang satu ini, ya anyang-anyangan,, kali ini kita tidak membahas masalah penyembuhan anyang-anyangan dari segi medis... tapi lebih kepada segi tradisional atau juga bisa dari segi mitos, namun mitos yang manjur mengatasi anyang-anyangan,, kalau mitos yang tidak berhasil, kenapa juga saya posting,,
Uyeeee,,,, sekarang saatnya,, silakan diperhatikan ya...

Ada banyak cara atau mitos yang terkait dengan cara penyembuhan anyang-anyangan ini, tidak ada salahnya juga sebelum membahas cara penyembuhannya, kita mencari tahu dulu tentang PENYEBAB anyang-anyangan ini,,, kata emak siiihhhh anyang-anyangan disebabkan oleh, diantaranya:

1.       Karena kelelahan fisik,  biasanya orang yang melakukan kegiatan berat secara tiba-tiba, hingga kelelahan,, orang yang seperti ini memiliki kecenderungan akan mengalami anyang-anyangan di malam harinya,, karena cairan dalam tubuh tidak dapat mengkompensasi kebutuhan tubuh..
2.       Karena kurang minum pada cuaca yang kering atau disebut juga musim kemarau, karena pada saat musim seperti ini lingkungan sekitar akan terasa lebih panas, dan otomatis tubuh akan mengeluarkan keringat lebih banyak pula, disinilah yang menyebabkan anyang-anyangan, jadi yaaa minumlah yang banyak sebelum anyang-anyangan..
3.       Karena adanya infeksi pada saluran kemih (saluran kencing), keadaan ini dikarenakan adanya bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih, cara masuknya sih beragam, tergantung si pengguna saluran kemih tsb, dan apabila sudah terjadi yang namanya INFEKSI, pastinya akan disertai badan panas,, >37 derajad celcius..

Sudah tau tentang penyebabnya kan?? Sekarang mari kita bahas mengenai cara tradisional mengatasi anyang-anyangan... kata emak siiihhhh anyang-anyangan bisa disembuhkan dengan cara, diantaranya:

1.       Menali bagian jempolan kaki dengan karet gelang, ada juga yang berpendapat ditali dengan serabut ijuk ( dari sapu ijuk), tapi jangan terlalu rapat dan jangan terlalu lama,, akibatnya bisa membuat jempol bengkak..
2.       Minum yang banyak, dianjurkan air putih, karena air putih sangat bermanfaat untuk tubuh manusia, dan juga mengurangi resiko  penyakit  ginjal. Banyak keuntungan juga kalau kita membiasakan banyak minum air putih rutin setiap hari, minimal 1,5L perhari,,
3.       Dengan cara memberikan penghangat seperti minyak telon, minyak kayu putih, atau kalau kurang bisa juga pake balsem,, oleskan di daerah pusar,,
4.       Ada yang bilang dengan cara minum minuman bersoda, seperti spret, panta, big ola, atau sejenisnya, ada yang lapor bisa sembuh juga..
5.       Dengan cara memijat bagian tengah telapak kaki dari ujung menuju ke tumit,, (untuk cara “refleksi” ini insyaallah secara akan saya posting kemudian) ..

Itulah tadi berbagai cara mengatasi “ANYANG-ANYANGAN” secara tradisional (ada yang menyebutnya mitos) yang saya ketahui,, apabila mungkin ada teman teman lain yang mengetahui cara yang lebih ampuh, bisa juga tambahkan coment dibawah sini,,,

Uyeeee,,, terimakasih atas perhatiannya,,, semoga bagi kalian yang sedang mengalami anyang-anyangan segera sembuh, dan kalau berkenan silakan tinggalkan pesan dibawah....

Rabu, 30 Januari 2013

skripsi happy

jangan pernah beranggapan skripsi itu susah kawan,, skripsi itu akan terasa mudah bila kita bersungguh-sungguh,, santai saja,, masih bingung cari judulnya???? ni aq punya kumplan judul skripsi,, copy dari blog sebelah,,
 http://www.4shared.com/rar/bYHj-hbo/kumpulan_judul_skripsi.html
Extrak dulu dari winrar winrarnya (pswrd: kortikosteroidlaksana)

Senin, 17 September 2012

mau punya hotspot sendiri, pakai saja connectify pro, dengan software ini kamu bisa membuat jaringan hotspot sendiri dari PC,,, Connectify Pro 3.4.dapat kamu gunakan untuk berbagi jaringan dengan pengguna laptop/ netbook lain. Dengan Connectify Pro 3.4 Laptop/ netbook kamu yang terhubung dengan modem atau jenis jaringan lainnya akan menjadi Hotspot yang dapat membagikan jaringan internet kepada teman atau rekanmu. Perbedaan fitur yang ada pada versi lite dan pro:

langsung saja kawannnn...
 link downloadx

http://www.4shared.com/rar/D25qodax/Connectify_Pro_34.html

cara instalnya:
1. extrak dulu winrarnya (pswrd: kortikosteroidlaksana)
2. masuk ke folder dan klik 2x pada connectify instaler.
3. setelah itu gunakan keygen untuk registernya. copykan email dan serial numbernya,,,
4. connectify siap dijalankan,,,
selamat mencobaa

Kamis, 06 September 2012

LP-ASKEP HARGA DIRI RENDAH (HDR)


HARGA DIRI RENDAH

A.    MASALAH UTAMA

Harga diri rendah.

B.     PENGERTIAN
Harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak dapat bertanggungjawab pada kehidupannya sendiri.

C.    PROSES TERJADINYA MASALAH

Konsep diri didefinisikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang membuat seseorang mengetahui tentang diriya dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain (Stuart & Sunden, 1995). Konsep diri tidak terbentuk sejak lahir namun dipelajari. 
 
Salah satu komponen konsep diri yaitu harga diri dimana harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri (Keliat, 1999). Sedangkan harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak bertanggungjawab atas kehidupannya sendiri. Jika individu sering gagal maka cenderung harga diri rendah. Harga diri rendah jika kehilangan kasih sayang dan penghargaan orang lain. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain, aspek utama adalah diterima dan menerima penghargaan dari orang lain.
            Gangguan harga diri rendah di gambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan, mengkritik diri sendiri, penurunan produktivitas, destruktif yang diarahkan pada orang lain, perasaan tidak mampu, mudah tersinggung dan menarik diri secara sosial.
Faktor yang mempegaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak relistis, kegagalan yang berulang kali, kurang mempunyai tanggungjawab personal, ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yag tidak realistis. Sedangkan stresor pencetus mungkin ditimbulkan dari sumber internal dan eksternal seperti :
1.      Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menaksika kejadian yang megancam.
2.      Ketegangan peran beruhubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan dimana individu mengalami frustrasi. Ada tiga jeis transisi peran :
a.              Transisi peran perkembangan adalah perubahan normatif yang berkaitan dengan pertumbuhan. Perubahan ini termasuk tahap perkembangan dalam kehidupan individu atau keluarga dan norma-norma budaya, nilai-nilai tekanan untuk peyesuaian diri.
b.          Transisi peran situasi terjadi dengan bertambah atau berkurangnya anggota keluarga melalui kelahiran atau kematian.
c.           Transisi peran sehat sakit sebagai akibat pergeseran dari keadaan sehat ke keadaan sakit. Transisi ini mungkin dicetuskan oleh kehilangan bagian tubuh, perubahan ukuran, bentuk, penampilan dan fungsi tubuh, perubahan fisik, prosedur medis dan keperawatan.
  
Gangguan harga diri atau harga diri rendah dapat terjadi secara:
1.      Situasional, yaitu terjadi trauma yang tiba‑tiba, misal harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus hubugan kerja dll. Pada pasien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah karena privacy yang kurang diperhatikan : pemeriksaan fisik yang sembarangan, pemasangan alat yang tidak sopani (pemasangan kateter, pemeriksaan pemeriksaan perianal dll.), harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena di rawat/sakit/penyakit, perlakuan petugas yang tidak menghargai.
2.      Kronik, yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama

 

A.    MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI

1.       Masalah keperawatan:
a.       Resiko isolasi sosial: menarik diri.
b.      Gangguan konsep diri: harga diri rendah.
c.       Berduka disfungsional.
2.      Data yang perlu dikaji:
a.      Data subyektif:
Klien mengatakan: saya tidak mampu, tidak bisa, tidak tahu apa-apa, bodoh, mengkritik diri sendiri, mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri.
b.      Data obyektif:
Klien tampak lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan, ingin mencederai diri / ingin mengakhiri hidup.

F.      DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Resiko isolasi sosial: menarik diri   berhubungan dengan harga diri rendah.
2.      Gangguan konsep diri: harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional.

G.    RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
a.       Tujuan umum: sesuai masalah (problem).

b.      Tujuan khusus:
1.      Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat
Tindakan:
1.1. Bina hubungan saling percaya
    ‑ Salam terapeutik
    ‑ Perkenalan diri
    ‑ Jelaskan tujuan inteniksi
    ‑ Ciptakan lingkungan yang tenang
    ‑ Buat kontrak yang jelas (waktu, tempat dan topik pembicaraan).
1.2.Beri kesempatan pada klien mengungkapkan perasaannya.
1.3.Sediakan waktu untuk mendengarkan klien.
1.4.Katakan kepada klien bahwa ia adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri.

2.      Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.
Tindakan:
2.1.Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien.
2.2.Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien, utamakan memberi pujian yang realistis.
2.3.Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.

3.      Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan.
Tindakan:
3.1.Diskusikan bersama klien kemampuan yang masih dapat digunakan.
3.2.Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah.

4.      Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki.
Tindakan :
4.1.Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan.
4.2.Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien.
4.3.Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan.

5.      Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan
Tindakan :
5.1.Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan.
5.2.Beri pujian atas keberhasilan
5.3.Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah.


6.      Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada.
Tindakan:
6.1.Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien.
6.2.Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat.
6.3.Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.
6.4.Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

@   Boyd dan Nihart. (1998). Psychiatric Nursing& Contemporary Practice. 1st edition. Lippincot- Raven Publisher: Philadelphia.
@   Carpenito, Lynda Juall. (1998). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. EGC: Jakarta.
@   Schultz dan Videback. (1998). Manual Psychiatric Nursing Care Plan. 5th edition. Lippincott- Raven Publisher: philadelphia.
@   Keliat, Budi Anna dll. (1998). Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa.. EGC: Jakarta.
@   Stuart dan Sundeen. (1995). Buku Saku Keperawatan Jwa. Edisi 3. EGC: Jakarta.
@   Townsend. (1995). Nursing Diagnosis in Psychiatric Nursing a Pocket Guide for Care Plan Construction. Edisi 3.Jakarta : EGC